Header ADS

INILAH DIA TATA CARA KHUTBAH DAN SHOLAT IDUL FITRI DIRUMAH

PERAYAAN Idulfitri 1441 Hijriah tahun ini dipastikan bakal berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Salah satunya yaitu pelaksanaan salat Id. 

Di tengah wabah Covid-19, hampir dipastikan pemerintah mengimbau umat Islam tidak menggelar Salat Id berjemaah di lapangan atau masjid. Umuat Islam diimbau untuk melaksanakannya di rumah masing-masing. 

Meski hanya salat berjemaah bersama keluarga, namun salat Id tetap memiliki tata cara tersendiri. Salah satunya tentang khotbah. Di antara yang membedakan antara salat id (Idulfitri atau Iduladha) dan salat sunnah pada umumnya adalah adanya khotbah. 

Keberadaan khotbah yang mengiringi pelaksanaan salat bisa dianggap penanda bahwa salat tersebut ada pada momen yang penting, seperti khotbah Jumat yang digelar pada hari berjuluk sayyidul ayyâm (rajanya hari) dan khotbah istisqa’ kala umat Islam dilanda kekeringan. 

Situs nu.or.id menulis, dalam kitab al-Fiqh al-Manhajî ‘ala Madzhabil Imâm asy-Syâfi‘î karya Musthafa al-Khin, Musthafa al-Bugha, dan 'Ali asy-Asyarbaji diterangkan bahwa berbeda dari salat Jumat, khotbah pada salat id dilaksanakan setelah salat dua rakaat usai, bukan sebaliknya. 

Hadits riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim menjelaskan bahwa Nabi Muhammad, Abu Bakar, dan Umar juga menunaikan dua salat id sebelum khotbah. Baca Juga: Niat dan Tata Cara Salat Idulfitri Sendiri di Rumah Hukum khotbah dalam salat id memang sunnah. 

Namun, ketika dikerjakan ia harus tetap memenuhi rukun khotbah. Rukun khotbah pada salat id yakni memuji Allah, membaca shalawat, berwasiat tentang takwa, membaca ayat Alquran pada salah satu khotbah, serta mendoakan kaum Muslimin pada khotbah kedua. 

Khatib yang disyaratkan berdiri (bila mampu) saat berkhotbah disunnahkan menyela kedua khotbah dengan duduk sebentar. Pada khotbah pertama khatib disunnahkan memulainya dengan membaca takbir hingga sembilan kali, sedangkan pada khotbah kedua membukanya dengan takbir tujuh kali. 

Saat khotbah berlangsung, jemaah diperintahkan untuk tenang, mendengarkannya secara seksama, agar memperoleh proses kesempurnaan salat id.
LihatTutupKomentar